fatwa fatwa mengenai rindu by : candra malik

Kesedihan demi kesedihan ini bukan kuminta, tapi biarlah segala darimu kuterima. Aku mencintaimu meski terluka. 

Aku gagal mengkultuskan kata, yang kekal merumuskan Cinta. Sejak bercerai darimu, sajak-sajak berderai membisu. 

Keikhlasanmu melepasku, mengikatku dalam Rindu. 

Padamu, sahabat. Rindu yang erat. Lama tak bertemu namun dekat.

Rindu bukanlah tentang pernah berjumpa. Rindu adalah tentang telah berpisah.#FatwaRindu

Rindu tidak mementingkan aku, tidak pula kau. Rindu memalingkan aku, hanya pada kau. Dan, kau tidak pada selain aku. #FatwaRindu

Rindu adalah persembunyian terbaik untuk berjarak darimu. Sengaja aku tak muncul agar kau leluasa dengannya. #FatwaRindu

Jika Cinta adalah puisi, sebaiknya kau pergi. Supaya bisa kususun aksara, dari Rindu yang terluka. #FatwaRindu

Tidak ada yang kutakutkan dari kerinduan. Segala yang kucemaskan justru perjumpaan. #FatwaRindu

Banyak kata belum terucap,banyak rasa belum terungkap,hanya rindu yg kudekap <-- 

Tiba-tiba ingin bersamamu, padahal t'lah sepakat tak mau lagi bertemu. 

Jika Rindu yang memulai Cinta, maka aku harus segera mengakhirinya. 

Siapa tahu, cobalah untuk kaupikir, jumpa denganku, adalah untuk yang terakhir. 

Apa kata-kata terakhirmu, sebelum berpisah. Tak terpikir olehku, hingga sesudah. Sesal memang tak pernah di awal. #FatwaRindu

Ingin aku mencium bibirmu, sebelum selesai mengucap namaku. 

Aku tak punya benci, tak usahlah kau beri. Cukup bagiku, sanggup merindu. 

Aku tak punya dendam, tak usahlah kau sekam. Lebih dari cukup, memilihmu sekali seumur hidup. 

Aku tak punya ragu, tak usahlah kau cemburu. Bila tak Cinta, buat apa untukmu aku selalu terjaga? 

Aku tak punya curiga, tak usahlah kau berprasangka. Selemah-lemahnya Cintaku, dikuatkan hati ini oleh Rindu. 

Aku tak punya firasat, tak usahlah kau tunjukkan gelagat. Padamu aku t'lah sampai, takkan Rindu lelah kurangkai. 

Aku tak punya apa-apa, tak usahlah merasa segala-galanya. Bagi Cinta aku bukan siapa-siapa, biarlah begitu selamanya. 

Aku tak punya takut, tak usahlah kau membuatku kalut. Selama masih ada kamu, selama itu pula aku masih rindu. 

Aku tak punya kata kalah, tak usah kau paksa menyerah. Cinta mengajariku hidup, jangan justru kaubuat tak sanggup. 

Sekuat tenaga aku memungkiri, sepanjang hayat Cinta merindu yang t'lah pergi. 

Komentar

Gweni Jeanna mengatakan…
Mampir ke blog aku ya kaka
Idha_Mufidaah mengatakan…
Kereeeennnn..

Boleh bimbingan nya bagi yang baca
Kunjungi blog aku yaa
https://idhamfdh.blogspot.com/?m=1

Postingan Populer