Bengong.



Kadang gue suka bingung sama orang tua yang suka duduk sendiri, menatap jalanan dan keadaan sekitarnya tanpa berbuat banyak, tatapan yang gue juga bingung ngejelasinnya, kosong engga mikir juga engga, mereka seperti lagi menikmati bagaimana angin bisa menghilangkan rangkaian memori pahit yang terekam dialam pikir mereka, gue dulu bingung gimana cara menikmati bengong kayak gitu "lagi ngapain sih?" "apa enaknya sih bengong begitu?" dan sekarang gue melakukan hal itu.

Ya Tuhan, pahit betul rasanya mengetahui sesuatu yang selama ini gak pernah gue ketahui, entah apa maksud tujuan tuhan menunjukkan hal itu, caranya pun cukup unik ah menangis pun harus kutahan sampai tak ada satupun yang mengetahuinya, nyerinya masih berasa masih sukses membuat dada terasa berdenyut ngilu.

"Iya tahu nanti malam ya disepertiga malam kita ketemuan" mendongak melihat langit yang tampak agak mendung dengan angin yang tidak terlalu kencang, pohon-pohon disekitar berayun mengikuti arah kemana angin berhembus, belakangan ini hawanya panas banget, hujan juga engga yah tidur tanpa kipas angin udah bikin menghilangkan beberapa persen kandungan air dalam badan sih, bangun tidur kayak abis workout. Duduk dipelataran teras ditemani sejuknya angin sore cukup membuat aktifitas bengong gue kali ini beraliran pop indie.

Ah.. ternyata bengong kayak gini enak juga ya, menghilangkan berbagai macam pikiran gak enak dan suudzon suudzon lainnya hihi, setelah bengong semua kupasrahkan pada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mendengar, Maha Pengertian dan pokoknya segala-galanya ! minta dikasih balasan yang setimpal ! dan kujalani hari-hariku dengan cara gue sendiri, gue juga mau bahagia, ya happy happy aja gitu.

"kalau kamu gak sama aku kamu pasti udah bahagia ya?" pertanyaan gak jelas yang random tiba-tiba keluar gitu aja mengarah ke gue, "gak tau, bisa jadi aku hidup bahagia dengan kehidupanku kamu melarat dengan kehidupan yang kamu pilih sendiri"  "kenapa gitu ?"  diakhiri dengan senyuman tanpa jawaban balasan.

Manusia memang tempatnya menyesal, ketika masih "ada" masih bersama biasanya disia-siakanlah dia, dan ketika sudah "tidak ada" entah pergi atau kembali kepada Tuhan barulah "aku menyesal" keluar dengan lancar tanpa hambatan dari mulut. Basi kan ? kalau makanan sudah masuk tempat sampah, atau dijadikan pupuk untuk tanaman agar lebih bermanfaat, kalau omonganmu yang basi? bisa dimanfaatkan untuk jadi apa? sepertinya tidak bisa jadi apa-apa.

Sudah mau maghrib rupanya, tapi anginnya masih asik untuk dinikmati, masih enak buat diajak bengong bareng, alhamdulillah penghujung akhir pekanku kali ini cukup berfaedah, setidaknya bermanfaat lah.

Pesanku sore ini untuk Tuhan yang Maha Asyik, Tuhan ehm.. dengarkan dan kabulkanlah permintaanku,permohonanku agar rasa sakit ini dibalas oleh sesuatu yang membuat rasa sakit ini hilang tanpa tedeng aling-aling, balaslah dengan rasa bahagia,suka cita, gembira sampai meneteskan airmata kalau perlu, gantilah rasa sakit ini dengan rasa yang bisa membuat lambungku terasa seperti diisi ribuan kupu-kupu rasa bahagia dan syukur yang tidak pernah berhenti, Tuhan kumohon pada siapa lagi aku memohon pada siapa lagi aku meminta kalau bukan padaMu.

Sudah mau gelap dan perutku lapar, aku harus masak.

Komentar

Postingan Populer